Postingan

IBD : UN 2013 Berantakan, Tanggungjawab Siapa ??

Untuk tulisan IBD kali ini saya agak bingung ingin mengangkat tema tulisan tentang apa. Setiap kali menonton acara berita di televisi, berita yang selalu dibahas dan terhangat pada abad ini (LEBAY..haha :D) adalah mengenai UN 2013 yang porak – poranda. Apa yang sebenarnya terjadi dibalik SKENARIO “PELEMPARAN TANGGUNGJAWAB” oleh para “Pejabat Petinggi Negara” ini ?. Dan disuatu malam, saya terdongo menonton sebuah acara televisi tentang perdebatan masalah UN 2013 yang kacau balau, dimana disana hadir para pejabat – pejabat negara baik DPR maupun Kemendikbud, kemudian perwakilan guru, pengamat pendidikan, budayawan, dan mahasiswa/i pun lengkap menyuarakan pendapatnya di acara tersebut. Saya jadi tergerak untuk mengangkat tema tentang UN dalam tulisan saya ini. Saya hanya ingin sedikit mengulas tentang UN tahun ini. Apa tujuan sebenarnya diadakan UN? Apa penyebab kacaunya UN tahun ini? Dan siapa yang bertanggungjawab atas kekacauan UN 2013? Yuk kita bahas sedikit..   “Katan...

IBD : Manusia dan Cinta Kasih

A.      PENGERTIAN CINTA KASIH Kita hidup didunia ini saling memberi dan membutuhkan cinta kasih. Kita bisa hidup dan menjalani hidup karna adanya cinta. Dari semenjak lahir ke dunia, kita dibesarkan dan berkembang dengan cinta dan kasih sayang dari orang-orang disekitar kita. Kata “cinta” itu sendiri bisa didefinisikan sebagai ungkapan kasih sayang terhadap sesuatu yang berarti bagi kita, yang membuat kita tertarik akan suatu hal. Cinta itu merupakan kekuatan tertinggi manusia, dimana konsepnya abstrak yakninya lebih mudah dipahami dan dirasakan daripada dijelaskan. Tak ada yang bisa menjelaskan tentang cinta. Karna cakupannya luas, dan siapapun berhal mengertikan cinta sesuai apa yang mereka rasakan. Dimana cinta itu hidup, berkembang, nyaman, dan saling mengerti. Cinta itu dialami dan dirasakan oleh siapapun terhadap apapun. Baik cinta terhadap Allah SWT, kepada sesama manusia, pekerjaan, benda kesayangan, dan lain-lain. Dalam maknanya, cinta itu bisa membua...

IBD : Konsepsi Ilmu Budaya Dasar Dalam Kesusastraan

Gambar
                                  Pendekatan Kesusastraan Ilmu Budaya Dasar yang kita bahas kali ini adalah mengenai konsepsinya dalam kesusastraan. Dimana kesusastraan ini sangat erat hubungannya dengan sastra dan seni. Dalam arti kesusastraan, sastra bisa dibagi menjadi sastra tertulis atau sastra lisan (sastra oral). Di sini peran sastra tidak banyak berhubungan dengan tulisan, tetapi dengan bahasa yang dijadikan sarana untuk mengekspresikan pengalaman atau pemikiran tertentu. Sedangkan seni adalah keahlian atau bakat dalam membuat karya yang bermutu (dilihat dari segi kehalusannya, keindahannya, dan sebagainya), seperti tari, lukis, ukir, musik, dan lain-lain. Maka hubungan sastra dan seni dalam konsepsi kesusastraan adalah bakat dalam proses pembuatan bahasa agar menjadi sesuatu yang memiliki keindahan, halus dan bermutu, yang sesuai dengan perkembangan kemampuan dan kepribadian secara m...

ISD : Agama dan Masyarakat

Bisa kita lihat dengan nyata, hidup dalam bermasyarakat ini sangat beragam kebuadayaan, kesenian, dan kepercayaan yang terdapat didalamnya. Semua itu tentunya tidak asal pilih, kita memilih kebudayaan n kepercayaan tersebut sesuai dengan apa yang kita yakini, apa yang menurut kita sesuai dengan diri kita. Ttentunya dengan rasa kecocokan dan kenyamanan. Beberapa hal itulah yang membedakan kita, sehingga timbulnya beranekaragam budaya, seni, kepercayaan dalam suatu wilayah, bangsa, atau negara. Namun semua itu tentunya mempunyai aturan - aturan tersendiri, agar kita mengetahui dan bisa membedakan baik buruknya. Salah satunya agama. Menurut saya, agama sangat berpengaruh besar dalam kehidupan kita. Karna agama merupakan suatu keyakinan terbesar dalam diri kita, yang akan menjadi dasar atau landasan utama untuk memilih dan menentukan bagaimana arah kehidupan kita dan lain lainnya. Agama itu sendiri banyak macamnya. Dan kita harus saling hormat-menghormati dengan pemeluk agama lain. Tiap-t...

ISD : Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Kemiskinan

Kita diciptakan oleh Yang Maha Kuasa sebagai makhluk yang memiliki akal pikiran dan nafsu. Akal itulah yang nantinya akan menuntun kita pada kebaikan atau keburukan. Maka dari itu, sejak lahir hingga dewasa kita dibekali dengan ilmu pengetahuan, baik yang di dapat dari orang tua, keluarga, sekolah, teman, maupun lingkungan sekitar. Menurut saya, ilmu pengetahuan itu adalah suatu ilmu atau pembelajaran yang bisa didapat dari mana saja tanpa memandang umur, yang tadinya tidak tahu apa-apa menjadi tahu, karna kita mempelajari segalanya. Misalnya, tidak selalu yang umurnya tua mengajarkan yang muda, kadang yang tua pun bisa belajar dari para generasi muda. Dan bukan berarti orang yang umurnya sudah terbilang tua tidak boleh belajar ataupun sekolah lagi, selagi ada kemauan pasti akan selalu ada jalan selama kita masih bersabar. Mendengar kata “teknologi” dan “kemiskinan”, kedua kata tersebut seakan sudah berdampingan menjadi tolak ukur dalam kehidupun sekarang ini. Saya mengartikan teknolog...

ISD : Pertentangan Sosial dan Integrasi Masyarakat

Kita seorang manusia, hidup dalam suatu bangsa dan negara ini sebagai makhluk sosial. Dari awal kita dilahirkan kedunia sampai saat ini, kita berada dalam berbagai fase kehidupan. Dalam fase-fase kehidupan tersebut kita juga mengalami banyak penyesuaian, sosialisasi ataupun beradaptasi, baik dengan kita sesama manusia maupun dengan lingkungan dimana pun kita berada. Ketika proses penyesuaian berlangsung, kita akan banyak menemukan pengajaran baik dan buruk, perkelahian, perdamaian, bagaimana peduli dengan sesama, pertentangan, hormat-menghormati dan lain-lain. Ngomong soal pertentangan, pertentangan itu biasanya terjadi karna faktor ketidakcocokan atau perbedaan kepentingan. Setiap orang ataupun kelompok pasti memiliki pendapat/kepentingan yang berbeda-beda. Yaa…harusnya hal itu kita jadikan sebagai pelajaran untuk saling menghargai/menghormati kepentingan yang lain. Tapi nyatanya, hal tersebut justru menjadi pemicu utama terjadinya pertentangan sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Ya...

ISD : Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan

Kata “masyarakat” bukanlah kata yang asing lagi didengar, sudah sangat lumrah di kehidupan sehari-hari. Saya mengartikan masyarakat sebagai kelompok social yang berinteraksi satu sama lain, baik sesamanya maupun dengan lingkungannya. Masyarakat itu sendiri terdiri dari masyarakat kota dan masyarakat desa. Biasanya masyarakat desa bertempat tinggal di daerah yang agak jauh dari kota seperti di pegunungan, pinggiran kota, pinggiran pantai dll. Mereka umumnya bekerja sebagai petani, mengelola berbagai macam di perkebunan, dan ada juga yang bekerja sebagai nelayan. Karena letaknya agak jauh dari kota atau bahkan ada daerah yang susah dijangkau,maka sarana dan prasarananya masih terbatas dan lapangan kerjanya pun sempit. Biasanya masyarakat yang hidup didesa adat istiadat dan kebudayaannya masih kental. Pelayanan kesehatan dan kualitas pendidikannya pun sangat minim. Berbeda dengan masyarakat kota, mereka pada umumnya sudah modern dan hidup berkecukupan. Namun tidak jarang juga yang hidu...